Monday, September 11, 2006

I'm Home!

It's really nice to come back home, even though it's only a "so-called" home. I'm back to Evanston right now, after spending a 3 months trip around Hong Kong - Singapore - Indonesia - Saudi Arabia. Allah has been really nice to me by giving me the opportunity to travel around those areas, something I could not imagine before.

I spent about a week in Hong Kong. I spent my time browsing around some of the shopping areas in Hong Kong. Riding the MRT (Mass Rapid Transit) was my favorite... very fast and convenient... something we should have one day in Indonesia.
At first, it was difficult for me to find halal foods. With the reference from the internet, finally I can try the delicious halal food in Hong Kong. For reference, check these out: http://www.discoverhongkong.com/eng/gourmet/dining/images/gp_pdf_hala.pdf or http://www.ehalal.net/chinamosques/HK/Hong%20Kong.htm My best experience was to try the dim sum and chinese food in cafetaria Wan Chai Mosque. Love it!

Singapore was my next destination. I was staying there for two weeks. Personally, I felt more at home in Singapore than Hong Kong. Almost similar to Hong Kong, I spent some time browsing the shoping areas, i.e. Orchard road and Little India. Then I met some friends: Ochie & Family (my friends from university), Ferdy & Tika (my friends from my old company). It was really nice. Thank you so much for having lunch and dinner with me!
What I really like about Singapore was their appreciation to the culture available. Almost similar to Indonesia, they have Malay people, Arabic people, Indian people, Chinese people & Western people. Each culture has uniqueness and the government, I think, has managed to capitalize it well. Arab street, Little India, Geylang Serai, Joo Kiat, Bugis area have been a unique tourist destinations. I really love to come to each places and experience the atmosphere. For example when I come to Geylang Serai, it was really nice to browse the stores around Masjid Sultan and then to try the traditional food and teh tarik in Geylang cafe. Lovely!
I also love the cleanliness and the way people queue. For me, queueing means respecting other people's right. Queueing means pursuing a win-win solution rather than I win-You loose solution.
Cleanliness is another story. From my experience, cities that are clean restrict the people to eat and drink in public places. This is the rules in Singapore and Bangkok. And I think it works! No eating/drinking means no rubbish. In Indonesia, it might be more difficult to apply since there are so many hawker and "asongan" trader on the road. However, if we want to think of the grater goods, this is one alternative we should think of.
They are some simple attitudes that we should also follow in Indonesia. I believe that discipline in simple attitude like these could lead to discipline in more sophisticated attitude.

Next was the holy land in Saudi Arabia. I visited Mecca and Madinah, two holy cities for Moslem, for about a week. The cities are not as modern as Singapore and Hong Kong, but I found peacefulness here. I really love the people obedience to the rules of Allah. When it was about the time to pray, everybody stop their activities and immediately go to the mosque. They are magical place, they always attract me to come back... and come back... and come back again. Millions of people come every year, hoping Allah will forgive them and give them blessing. I definitely will come back, Insya Allah.
I met many Indonesian workers here. I heard their stories, some are good and some are bad. I met moslems from around the world too, their attitudes are different from one another. People are all the same, there are good people and there are bad people, it happens around the world.
Anyway, I love to be there. I find peacefulness and I feel really close to Allah. Thank you mother, for bringing me there once again!

Indonesia. As usual, hectic. I went to Jakarta and Bandung, development is everywhere and the traffic jam is getting worse. Many catasthropes and many people suffer. Some of the cathastropes are natural, i.e. the earthquake, tsunami. But some others are driven by people's misjudgement about their past action's consequences. Some people burned down the forest to have farming land. Thus we have continuous forest fire. Some scavengers died, buried under piles of garbage. It was because we are unable to recycle our rubbish efficiently, thus we have a huge piles of garbage in some areas. Landslides everywhere. Temperature goes up due to higher level of CO2 in the air due to lesser plants in the city.
Honestly, I feel awful. Still, there's not much things I can do right now.
We are still struggling to have a better life. I feel like this is a vicious cycle. People strive to feed their family. Sometimes we are doing something without thinking the consequences, about how it will affect other people and the environment. Sometimes we are doing things in an instant ways.
But above all that, I can hope for better future. There are some people who struggle for not only themselves but also a better society. Oda (my friend from university) works for Ashoka, an NGO that tries to nurture people with solutions to social problem. They call it Social enterpreneur. They encourage people to stick to their ideals to solve social problems. Lutfi (also my friend from university) starts his own business in Indonesian traditional cloth. He tries to develop the small cloth makers and at the same time develop Indonesian traditional cloth.
I hope their spirit can spread to as many people as possible. I hope we can have a society who do not only think about themselves, but also think about other people.

And now, I'm back in Evanston. After seeing and hearing those many things, I hope I can act better and can do as much as I can to as many people as possible. Amin.

Wednesday, June 21, 2006

3 Hari di Hong Kong

Seorang teman dari Singapura pernah berkata, "Hong Kong OK sih...tapi Singapur itu lbh bersih dan lebih teratur". Pertama kali menginjakkan kaki di Hong Kong island, bener aja...kesannya kok kotanya rada semrawut yaaah...duuuuh. Tapi ternyata itu memang cuman salah satu bagian dari Hongkong, pas lokasi perdagangannya lagi...hehehehe...Jadi sebenarnya tidak seluruhnya benar.

Dengan penduduk sekitar 7 juta jiwa dan tingkat pengangguran sekitar 11%, kota ini sebenarnya menyenangkan. Daerah pemukimannya mungkin memang banyak yang sudah lama2 dan tidak direnovasi. Tapi pusat bisnisnya modern dan fasilitas publiknya pun OK. Yang paling terasa adalah koneksi internet dan alat transportasi. Koneksi internetnya cepat, memudahkan untuk komunikasi jarak jauh. Kemudian alat transportasinya modern, walaupun masih ada juga alat transportasi lama seperti trem dan bus. Kabarnya Hongkong memiliki subway terbaik di seluruh dunia. Kebetulan memang belum coba subway lain kecuali di Singapura dan San Francisco, tapi memang kalau dirasa-rasa subwaynya nyaman sekali. Keretanya nyaman, tidak berisik dan tidak banyak goncangan. Kereta datang hampir setiap 5 menit. Informasi baik di dalam kereta maupun di stasiun jelas. Cara pembayaran mudah. Untuk pendatang baru seperti mira yang sama sekali tidak bisa berbahasa Mandarin atau Cantonese, ini adalah alat transportasi yang nyaman dan memudahkan sekali. Dengan cuman modal peta dan kartu Octopus (kartu prabayar untuk transportasi), bisa pergi kemana-mana sendiri tanpa perlu banyak tanya dengan orang. Hebat lah pokoknya.

Selain itu kabarnya memang disini tidak ada sales tax. Akibatnya harga barang2 memang lebih murah dibandingkan tempat lain. Selain itu, tips/gratuity juga tidak terlalu umum disini. Jadi jumlah pembayaran kita, benar2 cuman berdasarkan harga jasa atau produk yang kita beli saja.

Secara bahasa, berhubung bekas tanah jajahan Inggris, banyak orang yang bisa berbahasa Inggris. Jadi cukup memudahkan untuk pendatang seperti Mira.

Dari faktor2 diatas, no wonder lah kalo pebisnis ataupun turis tertarik untuk datang kesini. Fasilitas penunjang bisnis OK. Secara turisme, Hongkong jadi pusat belanja. Secara overall, ini jadi seperti lingkaran yang terus berputar dan menumbuhkan kemakmuran bagi Hong Kong. Walaupun mungkin nggak cuman dikarenakan faktor2 tadi saja yaah...

Oh ya..mo cerita sedikit tentang tourist destination. Dari beberapa referensi yang mira dapet, orang-orang menyarankan beberapa tempat kalau pergi ke Hong Kong:
1. pusat2 perbelanjaan di Hongkong sendiri (Kowloon, HK island). Mereka unik2, ada Sport shoe street, Women's street, Jade market, dll. Yang paling asik diantaranya factory outlet. Ada FO di Kowloon Airport Express Station yang murah banget dan Esprit outlet di belakang hotel Peninsula yang murah banget juga.
2. Shenzhen. Naah...yang ini adanya di perbatasan Hong Kong dan China. Masuknya mesti apply visa China, tapi kalo emang mau dateng cuman sekali doang, bisa apply visa on arrival (HK$150). Gampang kok. Kesananya cuman naik kereta 40 menit dari Tsim Tha Tsui di Kowloon. Yang paling terkenal adalah Lo Wu Commercial City, jaraknya cuman dua menit jalan kaki dari perbatasan. Yang dijual disini tuh rata-rata product fashion (baju, tas, luggage, sepatu, jam tangan). Buat tas dan sepatu banyak yang global brand (tapi palsu lah yaaa...) Hampir semua merek ada dari mulai: Victorinox, Samsonite, Coach, Prada, LV, Gucci, dll. Harganya? Waaah bikin ketawa deh... Luggage Victorinox aja yang harganya ratusan US$ bisa diperoleh dengan harga dibawah US$ 30...hehehehe. Tapi jangan kaget yah. Suasananya miriiip banget ama Mangga Dua, plus mesti nawarnya juga. Biasanya mereka kasih harga akhir itu setengah dari harga yang awalnya mereka kasih...hehehehe... Percaya instict belanja aja...kira-kira harga barang ini berapa gitu... Jangan khawatir kalo nggak bisa bahasa mandarin, cukup tunjukkin angka pake kalkulator kok.. :) BTW, sampe ada buku tentang shopping guide di Shenzhen lho. Recommended!
3. Macao. Katanya untuk orang Indo, bisa masuk bebas visa. tapi belum coba juga sih..mungkin besok2 kali yaah...

Yah gitu lah... kesimpulannya, ternyata emang Hong Kong itu enak buat shopping yah. Tapi hati-hati... limit kartu kredit bisa habis disni...hehehehe :)

Saturday, May 27, 2006

Beda kultur emang....

Hahahaha... lucu juga ternyata kalo kita masuk ke lingkungan atau kultur yang berbeda. Adaaa aja yang bisa diketawain... :D Hari ini aja nemu dua kejadian. Udah tau siiih... cuman baru ngeh sekarang.

Tadi siang ketemu temen (red: orang Indo juga) yang dibesarin di sini trus sempet ngunjungin Indonesia selama beberapa bln. Pas ditanya, "gimana betah nggak disana?" Eeeh... ternyata dia bilang rada nggak betah... soalnya orang suka ngomentarin appearancenya dia..."Kok gemuk"... Hmm... emang orang Indonesia kadang suka ada yang kelewat jujur yah... Bener siiih... tapi mungkin caranya mesti lebih sopan kali yah.
Orang disini nggak pernah Mira denger sesuatu itu jelek.. Hampir selalu memuji (drawbacknya kadang nggak tau mana yang tulus atau nggak). Levelnya biasanya: OK (means so..so), good, great, perfect. Yang jelek pun paling dibilangnya OK. Apa ini ada hubungannya dengan pola pikir? Orang disini lebih cenderung berpikir positif sementara orang Indo cenderung berpikir negatif? Maybe...

Kalau di Indo, kalo orang diundang pasti deh berarti makan gratis. Cuman bawa diri... udah deh. Kalau disini.. orang diundang...berarti makan tapi bayar sendiri2 atau bagi rata. Pertamanya berasa aneh juga siiih (sebagai orang Indo). Lhaaa... situ yang ngundang kok kita ikutan bayar? Tapi mungkin emang beda kultur... Tapi asik juga lhooo..jadi yang ultah... alias ditemenin rame2, dapet kado, dan makan enak... hehehehe... bener2 dimanjain pas ultah.
Mungkin perlu juga kali yah kita cobain kaya gitu di Indo...hehehehe...tapi apa kata orang nanti yah? :D

Wednesday, May 17, 2006

Online Game


Tau nggak sih kalo sekarang Mira mulai keranjingan main online game??
Nama gamenya EverQuest2. Asik banget ternyata...pantes orang2 juga pada suka.
Gini awal ceritanya: beberapa waktu lalu mira dapet info tentang anak S2 yang lagi bikin thesis tentang gimana Online Games bisa bantu orang yang belajar bahasa Inggris. Setelah mira ngontak dia, langsung deh diajarin main gamenya. Komitmennya kita mesti jadi pemain selama 10 minggu @ 2x2jam perminggu. Setiap abis 4 pertemuan, kita bakal dikasih list vocabulary dan diminta buat ngartiin semuanya.
Awalnya rada susah juga sih, tapi lama-lama jadi terbiasa dan duuuuuh..kok jadi keranjingan seeeh... Sekarang sekali main bisa 3-4 jam. :D Kadang2 kalo pulang ke rumah jadi suka pusing-pusing gitu... Dan senengnya, Mira punya partner main. Namanya Joann, istri Kellogg student dari Taiwan.

Seperti yang barusan mira ceritain, awalnya kok susah banget yah buat naik level. Hmm...tapi ternyata emang banyak trik yang mesti dipelajari (Anyway, ini berlaku juga lhooo buat hidup sehari-hari). Mira nyadar aja kalo ternyata emang ada hal2 yang cuman bisa didapet dari kerjasama ama orang lain. Sebagai orang yang rada soliter, kadang2 mira selalu nganggep bahwa hampir semua hal bisa dikerjain sendiri. :D Udah gitu, ternyata penting banget lho buat bukan cuman tau tapi juga mawas diri tentang kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Kadang2 kita milih karakter yang punya sifat2 A,B,C tapi kita ngelibatin diri di quest yang nuntut sifat D,E,F. Bisa aja siiih...tapi berasa banget lama buat naik ke tingkat yang lebih baik.

Abis main game gitu... kadang2 Mira suka jadi kepikiran. Berasa nggak sih...bahwa semua orang itu pinter, cuman pinternya emang beda2. Ada yang pinternya secara akademis, ada yang pinternya "cerdik", ada yang pinter musikal. Gitu deh... pada intinya kalo menurut Mira, orang yang pinter itu adalah orang yang udah nemuin kelebihan dia dan bisa mengkapitalisasinya.

Dan selama ini ada orang2 yang secara nggak langsung berusaha menjadi pinter tapi semata-mata cuman ngikutin definisi pinter menurut pendapat orang. Nggak salah siiih... cuman resikonya kita nggak sempat mengexplore kelebihan dan kelemahan kita yang sebenarnya, which is crucial.

Menurut mira, nggak salah sih kalo kita berlama2 di depan kaca... belajar ngeliat diri kita sendiri. Belajar dari yang simpel dulu deh...belajar dandan (kalo cewe..hmm atau cowo juga boleh deh). Pas dandan itu kan kita intinya berusaha menonjolkan kelebihan kita dan menutupi kekurangan kita, supaya jadinya perfect. Berarti modalnya kita mesti udah tau kan kelebihan dan kekurangan kita. Walaupun memang manusia berkembang setiap saat, tetep ada baiknya kalo kita tau kelebihan dan kekurangan masing2 di setiap step perkembangan kita.

Well, memang beruntung mereka yang udah tau kelebihan dan kelemahannya sendiri. Berarti mereka udah siap buat ngambil petualangan hidup yang sesuai dengan kelebihan dan kekurangannya.

Thursday, May 11, 2006

Show Late Night with Conan O'Brien



Hi.. hari Selasa kemarin, mira ikutan nonton shownya Conan O'Brien di downtown Chicago. Amazing experience. Bukan cuman shownya (yang menurut mira ok lah.. tapi menurut mufti ok banget!) tapi juga management acaranya. TOP BGT lah!

Background. Conan O'Brien itu comedian yang ngetop di US sini, shownya tiap malam jam 11.30 pm di NBC. Variety show tapi hostnya cuman dia doang, jadi yah ada mini talk show, ada video lucu, gitu deh. Mira sih nontonnya baru2 in aja, tapi Mufti kayanya ngefans banget..nget..nget.. Ampir tiap malem kali nonton. Sekitar sebulan yang lalu kita liat ada iklan di shownya yang bilang bahwa dia bakal ngadain show di Chicago 9-12 May 2005. Jadi kalo mo nonton gratis, mesti ngirim e-mail ke alamat...bla..bla..bla..bla... Alhasil, malem itu juga kita kirim e-mail. Dan tak dinyana, 3 minggu kemudian kita dapet "excess ticket" untuk tgl 9 May 2005. Horeeeee!!!

Hari H. Rekamannya bakal dari jam 4.30-5.30 pm, tapi kalo bisa kita diminta max. dateng jam 3.15 soalnya bakal ada antrian. Dandanlah mira, malu dooong kalo kena shoot kaya waktu nonton Extravaganza dulu..hehehehe... Mufti pulang kuliah jam 12.30, alhasil kita pergi kesana jam 1.30 dan nyampe jam 2.30. Bhahahahahaha.... antriannya ternyata udah panjang bangeeeet... Bayangin aja ada 1 blok jalan dan antriannya itu yah muterin 1 blok jalan itu. BTW, acaranya di Chicago Theater. Kita kan nggak tau berapa kapasitas ruangannya, jadi yaaah... pasrah lah kalo nggak dapet. BTW kayanya banyak orang kerja yang bolos lho...hehehehe...
Eh..tak disangka tak dinyana.. ternyata kita bisa masuk juga lho... walaupun duduknya nun jauh disana.

The positive things. Cara ikutannya gampang banget. Yang ngantri tertib banget, nggak rebutan malah cenderung ngalahan (kecuali beberapa ibu2 tentunya..hehehe..). Taping 1 jam pas, nggak di-cut2. Trus selesai taping jam 5.30, shownya langsung ditayangin buat malem itu juga. Efisien banget kayanya. Theaternya gede abis, muat 3,800 orang. Jadi semua yang ngantri dapet tempat duduk. Bahkan katanya crewnya masih ngajak orang2 yang lagi nggak sengaja jalan dideket situ juga buat ikutan nonton. Acaranya ok, penontonnya suportif banget. Love it!

Sunday, April 23, 2006

New thing in my life


I started new activity last week.. I become an ESL Tutor! It's voluntarily work, but I enjoy it.

It all started when I went to Literacy Work office near my house to take an ESL test and found any possibility for free english class (cheapo!). Literacy works is a non profit organization aims to empower adults to acquire the literacy practice and other skill they need to function more effectively in their daily life. They provide free ESL & GED classes for those who need them.

They didn't have appropriate free class for me, instead they offered me to be a volunteer. After I got 2 days training, I started my new role as an ESL tutor. Yippie....

I worked in a drop-in centre in Evanston Public Library. This is not a real class, in fact it is more like a need based tutorial program. They can come every time they want and there will be no commitment for them to come in the following weeks. However, in my observation, I can see that most of the students are regular students who come every week.

I first came there as an observer. I had the opportunity to meet other tutors there and had several conversation with them. I even got invited to one of the tutor's potluck with her student. Her name is Joan and she was really friendly. She invited us to have potluck in her house (which was really an amazingly beautiful house!) last Saturday. So I came there with her students, which some of them were also my friends, and had a wonderful time together. The picture above was from our potluck.

Anyway, I have a student now. Her name is Wenn. She is coming from China and she is here because her daughter's in law will deliver a baby next month. It was amazing to see her spirit to learn.

In conclusion, that is my new activity here. It's pretty early, but I can feel that I will like it. I like the environment, the people and also the role that I take.

Sunday, April 16, 2006

Spring Break!!!


Waduuh... ternyata udah lama banget yah mira nggak nulis blog... lebih dari sebulan deh kayanya. Banyak lho yang udah terjadi...hehehehe...

19-25 Maret kemarin Mira & Mufti sempet jalan2 ke San Francisco dan Las Vegas. Spring break ceritanya. Asik juga.. jalan-jalan ke tempat baru.. Impression mira sejauh ini: Chicago - Convenient & Comfortable, San Francisco - Hip & Young, Las Vegas - Grande & Undefeatable.

Yang paling membekas dari SF: kotanya yang asik banget berbukit-bukit...jadi asik sendiri liatin orang nyetir dan markir mobil..termasuk cape kalo jalan kemana2, Henry Hunan @ Sacramento - best spicy Chinesse food, The Golden Bridge yang ternyata warnanya bukan golden (ternyata Int'l Red/Orange), Hotel Astoria yang so..so.. Value for Money (asli tempatnya strategis banget tapi lantainya rada kriek..kriek), BART yang mesti direkomendasiin ke tiap orang yang ke SF ketimbang mesti naik taxi yang lumayan mahal buat transportasi ke/dari airport, Souvenir di Chinatown yang jauh lbh murah dibandingin Chicago...mending beli di SF deh kayanya, Park di depan Embarcadero/Pier 1..bagus banget scenenya, dan my favourite.. The Muir Woods National Park... home of the Redwoods

Yang membekas dari Las Vegas: Keluarga Hakeem yang funky abis, asik banget liat air mancur di bellagio...must see.., thrilling..liat orang yang pada naik coaster di puncak Stratosphere, makan buffet $8 di resto hotel New Orleans, liat 3 wajah LV: kota, gurun, ski resort.. , ada mesin slot dimana-mana sampe di airport, seven eleven..bener2 kota judi deh..

Abis spring break, hidup berjalan hampir seperti biasa... mufti sibuk dengan kelas, group meeting, rugby, latihan band buat Special K, dan Mira. :D
Sementara Mira, sibuk dengan class auditnya (tapi quarter ini cuman 1 doang), kelas spanish, interview yang lucu-lucu nyebelin, training buat jadi tutor ESL, campus kitchen, acara-acara JV, dan ngurusin mufti... hehehehe... kayanya banyakan acara mira yah... :D

Well... that's our life. Fun, enjoyable, yet hopefully beneficial.